7 Januari 2012

TAGGED UNDER:

Mengapa Kita Menangis Sewaktu Mengiris Bawang?



Mengiris bawang melepaskan sebuah enzim yang disebut lachrymatory factor synthase. Pekerjaan ini memulai proses yang belakangan membuat kita menangis. Enzim ini beraksi dengan asam-asam amino pada bawang dan asam-asam amino diubah menjadi asam-asam sulfenat. Asam-asam sulfenat selanjutnya menata diri secara spontan membentuk syn-propanethial-S-oxide, yang dilepaskan ke udara. Ketika sampai di mata, bahan kimia ini merangsang pengeluaran air mata setelah tertangkap oleh serabut-serabut saraf pada kornea yang berfungsi mengaktifkan kelenjar air mata, maka menangislah anda.

Ilmuwan telah mencoba menciptakan bawang yang "tidak membuat menangis" namun tampaknya enzim menangis itu berperan dalam menghasilkan citarasa khas yang kuat pada bawang. Bagaimanapun, mudah-mudahan masih ada harapan. Sekelompok pakar biokimia tumbuhan dari jepang yang baru saja menemukan lachrymatory-factor synthase, enzim menangis, percaya bahwa "kita mungkin saja mengembangkan bawang nonlachrymatory dengan menekan gen lachrymatory-factor synthase sambil merangsang produksi tiosulfinat." Ada harapan rupanya.

Sementara ini ada beberapa solusi dalam upaya menghindari gas air mata yang diproduksi oleh bawang sewaktu diiris. Memanaskan bawang sebelum diiris, mengiris di bawah kucuran air atau memakai kacamata renang.
Yang paling manjur makan di luar.

About ogi Saputra
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. A die shopuf pogest concludi cum administrasset slushie intus calidum brioche.
Follow me @Bloggertheme9
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Text Widget

Recent news

About Us

© 2014 ilmu otomotif. Designed by Bloggertheme9 | Published By Gooyaabi Templates
Powered by Blogger.
back to top